MustLoveJapan

Okayama

Get the Flash Player to see this video.

informasi

Okayama adalah kota pusat pemerintahan perfektur Okayama. Di Okayama terdapat berbagai tempat sejarah termasuk benteng Okayama. Banyak juga tempat yang berhubungan dengan kisah legenda Momotaro. Kota yang sarat dengan nilai sejarah ini juga memiliki salah satu dari 3 taman Jepang paling terkenal yaitu Kourakuen.

Info Turis
Tempat parkir【Ada】
Toilet【Ada】
Di tempat-tempat yang berhubungan dengan legenda Momotaro juga ada.

Akses
Ada tempat-tempat yang berhubungan dengan legenda Momotaro terutama sepanjang JR Kibitsu
Line(selain benteng Okayama)

MLJ dalamdi toko online

peta sekitar Okayama

Detailed Travel Guide

Klasifikasi:Legenda  Momotaro  Wisata sejarah pribadi

Benteng Okayama
Benteng yang merupakan simbol Okayama ini terkenal juga dengan sebutan Benteng Gagak (Karasu shiro) karena catnya yang hitam. Pemandangan benteng Okayama yang indah bisa dilihat dari taman Kourakuen. Menara bentengnya memang sudah hancur akibat serangan udara saat perang Pasifik tetapi setelah direstorasi penampilan luarnya diusahakan tetap sama dengan sebelumnya. Bagaimanapun, Tsukimiro (menara untuk melihat bulan) dan Nishinomaru nishitero, dua buah menara yang ada di benteng ini berhasil selamat dari amukan api dan bertahan sampai sekarang. Benteng Okayama yang di kemudain hari ditetapkan sebagai warisan budaya nasional ini didirikan pada masa Sengoku oleh Ukita Naoie, seorang daimyo yang memerintah Bizen dan Binaka, dengan maksud untuk menjadikannya sebagai basis pertahanan.

Kuil kibitsubiko (Kibitsubiko jinja)
Kuil ini adalah salah satu kuil tertua di Jepang dan merupakan kuil utama negara Bizen. Kuil ini dimaksudkan sebagai tempat pemujaan arwah Kibitsubiko no mikoto yang agung. Kibitsubiko no mikoto yang agung adalah seorang pangeran Shogun berbakat yang menguasai Kamiya Sanyoudo dan menjadi model dari kisah legenda Momotaro. Kibitsubiko no mikoto yang agung menguasai dan memerintah Kibikoku, sebuah negara tua di Jepang. Beliau sangat dicintai negara dan rakyatnya sehingga dibangunlah sebuah kuil, untuk pertama kalinya, di bekas tempat kediaman beliau di Kibinakayama. Keadaan kuil bersejarah ini sangat tenang. Dalam festival musim gugurnya, selalu diselenggarakan juga Yabusame.

Kuil Kibitsu
Kuil ini merupakan salah satu kuil bersejarah di Sanyoudo dan ada hubungannya dengan kisah Momotaro. Kuil ini didedikasikan untuk Kibitsubiko no mikoto yang agung yaitu seorang pangeran Shogun berbakat yang menguasai Kamiya Sanyoudo dan menjadi model dari kisah legenda Momotaro. Ruang pemujaan di depan kuil yang bergaya Hiyoku irimozukuri yang dibuat oleh Ashikaga Yoshimitsu ditetapkan sebagai warisan budaya nasional dan memiliki keunikan karakter gaya bangunan kibitsuzukuri, sebuah gaya bangunan kuil abad pertengahan Jepang. 3pilar lainnya juga ditetapkan menjadi warisan kebudayaan nasional yang penting. Koridor yang dibangun pada jaman Sengoku dengan keseluruhan panjang kira-kira 360m menjadi koridor kebanggaan Okayama.

Wisata keluarga  Wisata

Kinojou
Kinojou dibangun sekitar abad ke-7. Benteng di atas bukit yang menjadi ikon Onigashima ini menurut legenda dibangun oleh seorang pangeran atau Ura dari kerajaan kuno Korea yang datang ke Kibikoku. Ura dating menguasai Kibikoku, membangun benteng, merampok dan menakut-nakuti perempuan, ditakuti banyak orang sehingga timbulah sebutan Kinojou (benteng setan) untuk bangunan yang dibuatnya. Orang-orang lalu dating ke istana kerjaan meminta penangkapan Ura dan dikirimlah Kibitsubiko no mikoto. Kibitsubiko berhasil membunuh Ura dan menguasai Kibikoku. Kisah ini menjadi kisah legenda Momotaro yang banyak diceritakan orang.

Terbunuhnya Ura
Pembunuhan Ura yang dikisahkan bersama dengan kisah Momotaro juga diceritakan di kuil Kibitsu. Kisahnya adalah sebagai berikut. Di negeri Kibikoku pada jaman dulu, ada seorang pangeran yang berasal dari kerajaan Korea kuno bernama Ura yang menakut-nakuti rakyat. Ura bertubuh besar dan bertenaga kuat, kepribadiannya kasar dan sangat jelek. Ura membangun benteng di Niiyama dan ia suka menyerang kapal-kapal yang pergi menuju ibukota serta para perempuan. Karena tabiatnya ini orang-orang menyebut benteng tempatnya tinggal sebagai Kinojou (benteng setan) dan takut kepadanya. Oleh karena itu istana kerajaan mengirim Isaseribiko no mikoto yang terkenal berani. Dengan membawa pasukan yang besar ia masuk ke Kibikoku, menyebar pasukannya di Nakayama, membangun pertahanan di Kataokayama dan bersiap untuk perang. Ura yang terpaksa menghadapi peperangan tersebut akhirnya jatuh kehilangan nyawanya. Ura dibidik dengan 2 anak panah sekaligus, satu anak panah memang
jatuh, tetapi satunya lagi tepat mengenai mata kirinya. Ura yang terkejut merubah bentuk menjadi burung pegar dan berusaha kabur ke Yamanaka tetapi Mikoto mengejarnya dengan berubah menjadi burung elang. Ura yang merasa akan tertangkap segera merubah diri kembali menjadi ikan, dan darah yang keluar dari mata kirinya yang terluka menjadi sungai Chikyukawa.
Mikoto segera mengejar ke sungai dengan mengubah diri menjadi burung pelikan. Ura akhirnya tertangkap tak berdaya. Setelah itu Mikoto terkenal dengan sebutan Kibitsubiko no mikoto. Anak panah yang dilepas Mikoto dan batu yang dilempar ke arah Ura melambung dan jatuh di daerah di dekat situ. Di tempat panahnya jatuh akhirnya berdiri kuil Yashokumiya, sementara di dekatnya mengalir sungai Chikyugawa, dan di tempat Mikoto mengalahkan Ura dengan cara memakannya ketika ia berubah menjadi ikan sekarang berdiri kuil Koishoku. Kita bisa mengikuti jejak legenda Momotaro dengan adanya kuil-kuil dan sisa-sisa bangunan bersejarah lainnya termasuk benteng Kinojou.

Translated by Nur Afi.

// //