MustLoveJapan

Gokayama

Get the Flash Player to see this video.

Informasi Wisata

Gokayama adalah sebuah desa yang memiliki gaya bangunan rumah dengan atap seperti huruf A atau bentuk dua tangan mengatup seperti sedang berdoa, rendah, yang disebut dengan Gasshou, yang ada di kota Nanto perfektur Toyama. Desa ini bersama-sama dengan Shirakawagou (desa Shirakawa) di perfektur Gifu menjadi kekayaan internasional yang terdaftar di Unesco. Karena kekhususannya itu daerah ini mendapat apresiasi tinggi, 3 bintang, di dalam buku Michelin Guide, dan terpilih sebagai salah satu dari 100 daerah cagar budaya yang belum banyak dieksplorasi. Desa tradisional ini hidup harmonis dengan alam dan cocok untuk dinikmati dengan berjalan-jalan menikmati kedamaian karena berbeda dengan Shirakawagou, Gokayama tidak dikembangkan khusus menjadi daerah wisata sehingga keadaan alamnya relatif bisa dipertahankan dari dulu sampai sekarang. Desa ini terbagi menjadi 3 bagian yang masing-masing bagiannya memiliki lebih dari 40 rumah tradisional beratap khas. Di
dalamnya juga terdapat rumah yang dibangun pada jaman Oda Nobunaga. Tarian serta lagu rakyat asli daerah sebagai salah satu kekayaan budayanya juga masih dikenal dan dipentaskan sampai sekarang.

Info Turis
Tempat parkir【Ada】
Toilet【Ada】

Akses
Menggunakan bis dari stasiun Takaoka sampai Gokayama.


ditampilkan dalam

Wallpapers

MLJ dalamdi toko online

peta sekitar Gokayama

Detailed Travel Guide

Gokayama

Klasifikasi:Wisata sejarah Rumah tradisional Wisata pribadiDesa Gasshou

Ainokura:
Ainokura adalah sebuah desa yang ada di utara Gokayama. Di sini terdapat 20 rumah bergaya Gasshou dan ada yang difungsikan sebagai penginapan. Dan ada juga 2 tempat yang dibuka untuk umum sebagai museum daerah.

Suganuma:
Suganuma adalah sebuah wilayah yang berada di barat Gokayama. Di sini terdapat 9 rumah bergaya Gasshou yang biasanya diberi hiasan lampu neon di bulan Februari. Ada pula museum yang memanfaatkan 2 bangunan rumah termasuk museum yang menampilkan proses produksi bubuk mesiu rumahan.

Kaminashi:
Kaminashi posisinya ada di tengah-tengah Gokayama dan juga memiliki rumah-rumah bergaya Gasshou. Rumah-rumah di dalam desa ini juga merupakan rumah tradisonal yang dibangun pada jaman Oda Nobunaga berumur lebih dari 400 tahun dan salah satu rumah, Murakamike, menjadi museum yang dibuka untuk umum. Di Murakamike ini juga ditampilkan kesenian lagu dan tari rakyat.

Iwaseke Juutaku
Iwaseke Juutaku adalah bangunan rumah bergaya Gasshou yang masih ada di tenggara Gokayama. Bangunan yang sekarang dibuka untuk umum ini berumur 300 tahunan.

Sejarah Gokayama
Menurut cerita, Gokayama dibangun untuk orang-orang buangan yang kalah dalam perang Genpei di tahun 1183 dari klan Heike. Bukti sejarah tertulisnya memang tidak ada, hanyalah tersisa ukiran kamon Heike di rumah-rumah tradisional yang masih ada sampai sekarang. Di jaman Edo daerah ini digunakan sebagai tempat pembuangan tahanan politik yang oposisi terhadap klan yang sedang berkuasa.

Gasshou zukuri
Gasshou zukuri adalah gaya bangunan yang dapat kita temukan di pesisir utara Jepang, daerah yang mengalami turunnya salju lebat, dengan atap berbentuk seperti dua tangan yang dikatupkan saat berdoa yang disebut gasshou. Dua atapnya dipertemukan dengan sudut 60 derajat dengan pertimbangan agar bisa menahan beratnya tumpukan salju dan juga mudah dalam membuangnya.Agar cahaya matahari bisa masuk dengan baik, atapnya diarahkan menghadap ke timur dan barat. Atapnya bisa diperbaharui setelah 20 sampai 30 tahun. Pekerjaan pembaharuan ini disebut sebagai ketsu dari kata kessoku yang berarti persatuan karena pada saat itu semua masyarakat bahu membahu bergotong royong membuatnya dengan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun.
Pengaturan ruangan di dalam rumah bergaya Gasshou hampir sama semua, yang lantai pertama dibagi menjadi 8 ruangan yang 4 ruangan di antaranya difungsikan sebagai teras, pintu masuk, dan dapur, sementara 4 ruangan sisanya menjadi wilayah tinggal. Lantai 2 dan 3 digunakan sebagai tempat beternak ulat sutra.

Enshou
Daerah ini terkenal sebagai tempat produksi bubuk mesiu sejak jaman Sengoku. Sebenarnya, produksi bubuk mesiu ini sudah berjalan jauh sebelum masuknya senapan ke daerah Jepang. Bubuk mesiu ini dibuat dengan cara khusus yaitu dengan menggunakan ulat sutra yang diternakkan di tingkat 2 dan 3 rumah bergaya Gasshou. Di jaman Edo, perekonomian Gokayama terutama disokong dari kegiatannya memproduksi bubuk mesiu ini.

Peringatan
Dilarang merokok. Hanya ditempat-tempat tertentu saja yang diperkenankan sebagai tempat untuk merokok. Dilarang masuk ke ruang atau jalan yang bukan diperuntukkan untuk umum. Semuanya adalah milik privat. Jangan masuk ke jalan-jalan kecil yang bukan diperuntukkan untuk mobil. Dilarang berkunjung pagi-pagi sekali atau larut malam. Dilarang buang sampah sembarangan, sebaiknya bawa tempat sampah sendiri dan bawa kembali pulang.

Website resmi http://www.gokayama.jp/index2.html


Translated by Nur Afi.